JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia perfilman Hollywood. Aktris Filipina-Amerika Mary Rivera, yang dikenal lewat perannya sebagai nenek Ned Leeds dalam Spider-Man: No Way Home, meninggal dunia pada usia 82 tahun setelah mengalami stroke.
Keluarga Mary mengonfirmasi bahwa sang aktris mengembuskan napas terakhir pada 15 April di Honolulu, Hawaii. Sebelumnya, ia sempat dirawat dalam kondisi yang disebut “sangat kritis” setelah mengalami stroke.
Menurut keterangan keluarga kepada TMZ, dokter menyatakan peluang Mary untuk pulih sangat kecil setelah ia mengalami koma. Karena kondisi tersebut, keluarga akhirnya memutuskan untuk melepaskan alat bantu kehidupannya.
Kepergian Mary terjadi ketika film terbaru Marvel, Spider-Man: Brand New Day yang dibintangi Tom Holland, tengah mencetak rekor pendapatan pada akhir pekan penayangan perdananya.
Peran Singkat yang Membuat Mary Rivera Dicintai Penggemar Marvel
Meski hanya tampil dalam satu adegan di Spider-Man: No Way Home (2021), Mary berhasil mencuri perhatian para penggemar Marvel di seluruh dunia. Keluarganya mengatakan bahwa ia sangat bangga bisa menjadi bagian dari salah satu film waralaba superhero terbesar tersebut.
Mereka menyebut peran itu sebagai salah satu “pencapaian yang paling membanggakan” dalam perjalanan hidup Mary yang mereka gambarkan sebagai “kehidupan yang baik.”
Mary memerankan karakter “Lola”, nenek Ned Leeds yang berbicara menggunakan bahasa Tagalog. Salah satu adegan paling ikonik memperlihatkan dirinya berbincang dengan Peter Parker yang diperankan Andrew Garfield.
Dalam adegan tersebut, ia meminta Spider-Man membersihkan sarang laba-laba di langit-langit rumah sebelum ucapan itu diterjemahkan oleh karakter Jacob Batalon. Momen tersebut kemudian menjadi salah satu adegan komedi yang paling banyak dikutip oleh para penonton.
Adegan tersebut juga mendapat banyak apresiasi karena menghadirkan bahasa Tagalog serta budaya Filipina ke dalam salah satu franchise film terbesar Hollywood. Putri Mary, Angie Kelly, sebelumnya menceritakan bagaimana sang ibu memperoleh kesempatan mengikuti audisi tersebut saat diwawancarai Hawaiʻi Public Radio pada 2022.
“Saat sedang melihat Facebook milik seorang teman, saya menemukan iklan casting yang mencari seorang nenek Filipina asal Hawaii berusia antara 50 hingga 90 tahun. Saat itu saya langsung berpikir, ‘Ibu saya memenuhi semua kriteria itu’,” kata Angie, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa proses audisi berlangsung sederhana. “Mereka hanya meminta ibu saya memperkenalkan dirinya dan menjelaskan mengapa ia ingin memainkan peran tersebut. Selama hidupnya, ibu saya pernah menjalani banyak profesi. Ia pernah menjadi penyiar radio, guru, tetapi yang paling membanggakan adalah perannya sebagai seorang ibu dan nenek,” ujarnya.
Warisan Mary Rivera Dikenang lewat Kehangatan dan Representasi Budaya Filipina
Angie juga mengaku terharu melihat respons luar biasa dari penonton setelah film tersebut dirilis. “Ini benar-benar menjadi perjalanan yang luar biasa. Bagi kami, dia hanyalah ibu saya. Tetapi bagi seluruh dunia, dia adalah Lola-nya Ned,” katanya.
Ia menilai kehadiran karakter sang ibu membawa makna yang lebih besar bagi masyarakat Filipina.
“Rasanya sangat mengharukan karena sebelumnya hampir tidak pernah ada ruang bagi bahasa dan budaya Filipina dalam sejarah perfilman besar. Mereka benar-benar memperhatikan setiap detail budaya kami dengan sangat baik,” kata Angie.
Mary Rivera lahir di Iloilo, Filipina, sebelum kemudian menetap di Hawaii. Meski Spider-Man: No Way Home menjadi satu-satunya penampilan aktingnya di layar lebar, peran tersebut membawanya dikenal secara internasional dan dicintai para penggemar Marvel, terutama komunitas Filipina yang mengapresiasi representasi autentik budaya mereka dalam film tersebut.
Setelah kabar kepergiannya diumumkan, berbagai ucapan belasungkawa membanjiri media sosial. Banyak penggemar mengenang kehangatan dan humor yang berhasil dibawa Mary hanya melalui satu adegan yang kemudian menjadi salah satu momen paling berkesan dalam film.
Perayaan kehidupan Mary Rivera telah dilaksanakan pada 6 Juni di Trinity Central Oahu Church, Mililani Mauka, Hawaii. Setelah prosesi tersebut, jenazahnya dikremasi dan ia meninggalkan suaminya, Alejandro, empat orang anak, 11 cucu, serta empat cicit.

