FitnessBerat badan turun perlahan ternyata lebih efektif, ini penjelasan pelatih fitness. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Banyak orang ingin menurunkan berat badan dengan cepat lewat diet ekstrem atau metode instan yang menjanjikan hasil dalam waktu singkat. Namun menurut pelatih kebugaran asal Chennai, Raj Ganpath, penurunan berat badan yang dilakukan perlahan justru lebih aman, realistis dan efektif untuk hasil jangka panjang.

Raj Ganpath yang memiliki pengalaman 18 tahun di dunia fitness merupakan pendiri metode Slow Burn Method, co-founder sekaligus head coach di Quad Fitness, serta penulis buku Simple, Not Easy.

Dalam video Instagram yang diunggahnya, Raj menjelaskan filosofi di balik proses penurunan berat badan secara perlahan dan konsisten. Menurutnya, menjaga berat badan ideal bukan soal mencari cara tercepat, tetapi membangun kebiasaan sehat yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Raj menjelaskan bahwa proses menurunkan berat badan bisa diibaratkan seperti menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu. Menurutnya, jika seseorang hanya perlu menempuh jarak 100 meter, maka ia kemungkinan akan berlari secepat mungkin untuk cepat sampai tujuan.

Namun jika jaraknya lebih jauh, kecepatan tersebut tentu harus disesuaikan. “Kalau harus menempuh 100 meter, kemungkinan besar kamu akan sprint secepat mungkin,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Rabu (27/5/2026).

Ia melanjutkan, “Tetapi kalau harus menempuh satu kilometer, kamu tetap berlari cepat, hanya saja tidak secepat sprint.”

BACA JUGA:

Duduk di Toilet Lebih dari 15 Menit Bisa Picu Wasir, Dokter Peringatkan Risikonya

Menurut Raj, ketika jarak semakin panjang, seseorang secara alami akan memperlambat ritmenya agar bisa bertahan lebih lama. “Tetapi kalau harus menempuh 10 kilometer, kamu pasti akan jauh lebih pelan. Dan kalau harus menempuh 100 kilometer, kamu mungkin akan menggabungkan jogging dan jalan kaki,” katanya.

Raj kemudian menjelaskan bahwa jika seseorang harus menempuh perjalanan sangat jauh tanpa batas waktu tertentu, maka berjalan kaki justru menjadi pilihan paling aman dan realistis. Ia mengatakan, “Kalau saya bilang kamu harus menempuh 100 kilometer tetapi tidak perlu terburu-buru, maka aktivitas mana yang paling aman untuk membawamu sampai tujuan? Tentu berjalan kaki.”

Menurutnya, hal itu terjadi karena perjalanan panjang membutuhkan ritme yang bisa dipertahankan dalam waktu lama. “Karena ini perjalanan panjang. Kamu harus membuatnya tetap berkelanjutan. Kamu tidak bisa memaksakan diri terlalu keras karena akhirnya akan kelelahan,” katanya.

Diet Ekstrem Tidak Cocok untuk Target Besar

Raj Ganpath menggunakan analogi tersebut untuk menjelaskan mengapa proses menurunkan berat badan sebaiknya dilakukan perlahan dan konsisten. Menurutnya, jika seseorang hanya ingin menurunkan beberapa kilogram saja, metode cepat atau diet ekstrem mungkin masih bisa memberikan hasil instan.

Namun untuk target yang lebih besar, pendekatan tersebut justru sulit dipertahankan. Raj mengatakan, “Kalau kamu hanya ingin menurunkan beberapa kilogram, lakukan saja metode apa pun yang kamu mau.”

Ia menambahkan, “Penurunan berat badan cepat, berhenti konsumsi gula atau metode ekstrem mungkin tidak masalah.”

BACA JUGA:

Pakai Eye Mask saat Tidur? Dokter Ungkap 4 Risiko yang Perlu Diwaspadai

Namun ketika target penurunan berat badan mencapai lima hingga 10 kilogram, seseorang harus mulai lebih sabar dan realistis. “Kalau kamu ingin menurunkan sekitar lima sampai 10 kilogram, kamu harus mulai memperlambat prosesnya. Itu akan memakan waktu beberapa bulan,” katanya.

Menurutnya, proses tersebut harus dibuat senyaman mungkin agar bisa dijalani secara konsisten. Ia mengatakan, “Kamu harus sabar. Kamu harus membuat prosesnya berkelanjutan.”

Perubahan Kecil Lebih Mudah Dipertahankan

Raj juga menjelaskan bahwa bagi orang yang ingin menurunkan berat badan lebih dari 20 hingga 30 kilogram, perubahan kecil justru jauh lebih penting dibanding langkah ekstrem.

“Kalau kamu ingin menurunkan lebih dari 20 atau 30 kilogram, maka kamu benar-benar harus melakukannya dengan perlahan,” ujarnya.

Menurut Raj, perubahan kecil dan sederhana jauh lebih mudah dijadikan kebiasaan sehari-hari. Ia mengatakan, “Kamu harus membuat perubahan kecil dan sederhana, lalu mencoba konsisten melakukannya.”

BACA JUGA:

Ingin Panjang Umur? Dokter Sarankan 3 Kebiasaan Ini untuk Hidup Lebih Sehat

Raj menegaskan bahwa dalam jangka panjang, hanya pola hidup yang realistis dan berkelanjutan yang akan membantu seseorang mencapai target berat badan ideal. “Dalam jangka panjang, hanya sesuatu yang berkelanjutan yang akan membawamu sampai ke tujuan,” ucapnya.

Meski prosesnya lambat dan terkadang terasa membosankan, Raj percaya pendekatan tersebut jauh lebih efektif dibanding diet instan. Ia mengatakan, “Mungkin prosesnya lambat dan membosankan, tetapi itu akan berkelanjutan dan pasti membawamu ke tujuan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *