JAKARTA – Industri musik Indonesia kembali kedatangan warna baru dari generasi muda yang siap menyampaikan cerita dengan cara lebih personal. Jessy Alexa, yang sebelumnya dikenal sebagai Jessica V1RST atau Chika, resmi memulai perjalanan baru sebagai solois di bawah naungan Collective Introvrt.
Langkah ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan karier musisi asal Baturaja yang lahir pada 10 Juli 2001 tersebut. Setelah dikenal sebagai bagian dari girl group yang membesarkan namanya, Jessy kini memilih jalur solo untuk menghadirkan identitas musik yang lebih jujur dan personal.
Melalui proyek ini, Jessy ingin menunjukkan sisi dirinya yang selama ini belum banyak terlihat oleh publik. Ia tidak hanya hadir sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penulis lagu yang terlibat langsung dalam setiap cerita yang ingin disampaikan.
Membawa Pengaruh Broadway hingga Taylor Swift
Kepribadian Jessy yang tenang, sentimental dan gemar mengamati kehidupan di sekitarnya menjadi fondasi utama dalam proses kreatifnya. Pendekatan tersebut membuat karya-karyanya terasa dekat dan memiliki sentuhan emosional yang kuat.
Ia memadukan nuansa teater musikal Broadway dan keajaiban dunia Disney dengan gaya penulisan pop intim yang terinspirasi dari musisi seperti Taylor Swift, Olivia Rodrigo dan NIKI.
Bagi Jessy, musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk menyembuhkan dan menemani banyak orang melewati masa sulit. Ia berharap lagu-lagunya dapat menjadi tempat pulang yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pendengarnya.
“Proyek solo ini adalah ruang jujur tempat aku bisa menumpahkan segala hal yang aku amati dan rasakan tanpa kepura-puraan,” kata Jessy Alexa dalam rilis yang diterima Celebdaily.id, Minggu (5/7/2026).

Jessy kembali menambahkan, “Aku ingin musikku nanti bisa menjadi ruang aman bagi orang-orang. Saat mereka mendengarkannya, mereka merasa sedang didekap hangat, ditenangkan dan ditemani di masa-masa sulit mereka,”
Bersama Eka Gustiwana Membangun Identitas Baru
Di balik sosoknya yang kalem dan santun, Jessy dikenal memiliki idealisme yang kuat dalam proses kreatif di studio. Ia terlibat secara penuh dalam setiap tahap produksi agar setiap lagu memiliki kekuatan cerita yang utuh.
Dalam proses tersebut, Jessy bekerja bersama Eka Gustiwana yang menjadi inisiator Collective Introvrt. Kolaborasi keduanya mencakup proses aransemen hingga pemilihan instrumen agar setiap detail mampu mendukung emosi yang ingin disampaikan.

Sebagai langkah awal dari perjalanan barunya, Jessy tengah mempersiapkan sejumlah rilisan yang akan bermuara pada sebuah intimate showcase dan album perdana. Konsep tersebut dirancang sebagai ruang dengar yang hangat sekaligus mempertemukan dirinya dengan para pendengar secara lebih dekat dan personal.
Melalui era baru ini, Jessy Alexa tidak hanya memperkenalkan identitas musikal yang lebih autentik. Ia juga ingin menghadirkan musik yang mampu menjadi teman, pelukan hangat, sekaligus ruang aman bagi siapa pun yang mendengarkannya.

