JAKARTA – Menjaga kesehatan otot tidak lagi hanya menjadi perhatian bagi kelompok lanjut usia. Kekuatan otot kini dipandang sebagai investasi penting untuk menjaga kualitas hidup dan kemandirian di masa depan.
Berangkat dari semangat tersebut, HiLo Strong Fest 2026 kembali hadir sebagai festival olahraga yang mengajak masyarakat membangun kekuatan otot sejak usia produktif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan World Sarcopenia Day yang diperingati setiap 4 Juli dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan sarcopenia.
Setelah sukses digelar di 10 kota pada tahun lalu, penyelenggaraan tahun ini menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. Lebih dari 8.000 peserta dari 14 kota di Indonesia ikut ambil bagian dalam berbagai aktivitas olahraga yang berfokus pada penguatan otot.
Beragam jenis olahraga dihadirkan untuk memberikan pilihan sesuai preferensi dan gaya hidup masyarakat. Mulai dari Body Combat, Pilates, Barre, Poundfit, hingga Hybrid Fitness Race menjadi sarana untuk memperkenalkan latihan kekuatan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Selain Jakarta, kegiatan ini juga digelar secara serentak di berbagai kota besar di Indonesia. Kota-kota tersebut meliputi Medan, Lampung, Pekanbaru, Palembang, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Manado, dan Bali.
“Selama lebih dari dua dekade, HiLo telah menjadi bagian dari perjalanan hidup sehat masyarakat Indonesia. Melalui HiLo Strong Fest, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kesehatan otot bukan hanya isu bagi lansia, tetapi investasi yang perlu dimulai sejak usia produktif,” kata Susana, Head of Strategic Marketing Nutrifood di Bengkel Space, SCBD, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Karena itu, kata Susana, selain aktif bergerak dan berolahraga, penting juga untuk memastikan asupan protein harian terpenuhi. “Inilah semangat #NabungOtot yang kami usung, membangun kekuatan tubuh hari ini untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” ucapnya.
Sarcopenia Sering Tidak Disadari, tetapi Berdampak Besar
Sarcopenia merupakan kondisi yang ditandai dengan menurunnya massa, kekuatan dan fungsi otot seiring bertambahnya usia. Kondisi ini sering kali tidak disadari, meski dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup dalam jangka panjang.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menjelaskan bahwa sarcopenia tidak hanya berhubungan dengan menurunnya kekuatan fisik. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan keterbatasan aktivitas, penurunan mobilitas, meningkatnya rasa lelah, hingga gangguan fungsi tubuh lainnya.
“Sarcopenia tidak hanya memengaruhi kekuatan otot, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan sarcopenia memiliki kualitas hidup yang lebih rendah, termasuk keterbatasan aktivitas, penurunan mobilitas, hingga peningkatan kelelahan dan nyeri,” katanya.

Ia kembali menambahkan, “Risiko penurunan fungsi fisik dan kognitif dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan individu tanpa sarcopenia.”
Menurut dr. Andhika, kombinasi latihan kekuatan dan pemenuhan kebutuhan protein harian menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan otot sepanjang hidup. Upaya tersebut dinilai efektif untuk mempertahankan massa otot sekaligus mencegah terjadinya sarcopenia.
“Aktivitas seperti jalan kaki tetap penting untuk kesehatan kardiovaskular, tetapi belum cukup untuk mempertahankan massa otot. Latihan yang paling efektif adalah resistance training atau latihan beban. Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan kekuatan, tetapi menjaga fungsi dan kemandirian dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, menjaga otot adalah menjaga kualitas hidup,” kata dr. Dhika.
Latihan Beban dan Protein Jadi Kunci
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya asupan protein dan kurangnya aktivitas fisik berkaitan dengan meningkatnya risiko sarcopenia. Karena itu, menjaga pola makan dan rutin berolahraga menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2019, kebutuhan protein harian minimal bagi usia 19 hingga 64 tahun mencapai sekitar 65 gram per hari untuk laki-laki dan 60 gram per hari untuk perempuan. Jumlah tersebut dapat meningkat sesuai dengan tingkat aktivitas fisik dan intensitas olahraga yang dilakukan.
Selain jumlah, kualitas protein juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein yang kaya akan asam amino tertentu dan dikombinasikan dengan latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan massa otot, kekuatan, serta performa fisik.
Melalui pendekatan olahraga dan edukasi kesehatan, gerakan #NabungOtot diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan latihan kekuatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menjaga otot sejak sekarang dipandang sebagai langkah sederhana untuk mempertahankan kualitas hidup di masa depan.

