JAKARTA – Harry Styles mengungkapkan perjalanan emosionalnya setelah menyelesaikan tur panjang Love On Tour pada 2023. Penyanyi berusia 32 tahun itu mengaku sempat menarik diri dari banyak hal karena berusaha memahami kehidupannya di balik sorotan publik.
Bintang yang kini tengah menjalani tur Together, Together tersebut menceritakan bahwa ia mengalami masa sulit setelah rangkaian konsernya berakhir. Harry bahkan menyebut dirinya sempat seperti hidup menyendiri karena terbiasa menolak berbagai ajakan dari orang-orang terdekat.
Berbicara dalam podcast Q With Tom Power, Harry mengatakan, “Aku seharusnya menghabiskan Tahun Baru bersama teman-temanku dan aku tiba di Italia dalam kondisi benar-benar tidak enak badan, jadi aku memutuskan pulang.”
“Dan aku bangun lalu menjalani Tahun Baru yang indah sendirian. Aku merasa paling sendiri dibandingkan waktu yang sangat lama, tapi dengan cara yang paling indah. Aku sama sekali tidak merasa kesepian,” katanya, dikutip Celebdaily.id, Minggu (14/6/2026).
“Aku hanya merasa mulai menutup diri dari banyak hal di dunia.”
Pelantun yang merilis album terbaru Kiss All The Time. Disco Occasionally pada Maret tersebut menyadari bahwa kebiasaannya memilih sendiri perlahan membuatnya semakin jauh dari kehidupan sosial.
“Aku rasa, aku terbiasa mengatakan tidak untuk undangan dari teman-teman, mungkin perjalanan akhir pekan atau pesta ulang tahun atau sesuatu seperti itu,” katanya.
“Aku hanya terbiasa, kalau aku punya waktu seminggu di rumah, aku tidak ingin pergi ke tempat lain selama tiga hari. Aku hanya ingin tetap di rumah.”
Harry menambahkan, “Dan ketika aku tiba di Italia dan berada di tempat yang tenang itu, aku merasa, ‘Oke, kalau aku akan menghabiskan semua waktu di sini dan terus mengatakan tidak pada semuanya, aku hanya akan menutup diriku sendiri dari dunia’.”
Harry Styles Bicara soal Beban Memiliki Citra Sempurna
Harry juga mengungkapkan bahwa ia pernah kesulitan menghadapi pandangan penggemar yang memiliki gambaran dirinya sebagai sosok sempurna. Menurutnya, ekspektasi tersebut sempat menjadi tekanan tersendiri karena ia merasa harus memenuhi standar yang sebenarnya sulit dicapai.
“Aku punya hubungan dengan citraku sendiri di mana orang-orang memiliki versi proyeksi tentang diriku yang sempurna,” kata Harry.
“Dan ketika standar yang kamu tetapkan untuk dirimu sendiri adalah menjadi orang yang sempurna, mustahil untuk tidak merasa seperti kamu selalu kurang.”
Harry mengatakan, memiliki pemahaman diri yang lebih kuat menjadi hal penting dalam menghadapi kritik maupun penilaian orang lain.
“Kalau kamu tidak merasa baik tentang dirimu sendiri dan seseorang mengatakan kamu buruk, rasanya seperti cakar yang masuk dan mencabikmu,” katanya.
“Tapi kalau kamu punya pemahaman diri yang lebih kuat, kamu bisa mendengar hal-hal itu dan itu tidak menghancurkanmu dengan cara yang sama.”
Ia menyadari bahwa terlalu menghindari hal negatif juga bisa membuat seseorang kehilangan banyak pengalaman positif.
“Kamu bisa duduk di rumah dan berpikir sulit bagiku melakukan hal-hal ini — orang-orang melihatku, mengambil foto. Tapi ketika kamu menutup hal-hal yang mungkin negatif, kamu juga menutup banyak hal positif,” katanya.
“Kalau kamu berpikir sulit pergi ke bar dan berkumpul dengan teman karena orang mungkin bertindak dengan cara tertentu, ada juga orang-orang luar biasa yang bisa kamu temui di bar itu yang akhirnya kamu hindari.”
Waktu Menyendiri Membantu Harry Styles Lebih Mengenal Diri
Harry yang dikabarkan telah bertunangan dengan aktris Zoe Kravitz merasa waktu jauh dari sorotan justru memberikan dampak baik bagi dirinya. Momen tersebut membuatnya lebih memahami emosi yang selama ini ia rasakan dan tidak lagi takut menghadapinya.
“Punya waktu untuk duduk di rumah, merasa bosan, dan benar-benar melihat emosi yang aku rasakan membuatku bisa menerimanya daripada takut terhadap perasaan itu,” ujar Harry.
“Dan itu berarti sekarang aku berada di tempat yang jauh lebih sehat dibandingkan terakhir kali aku merilis musik.”
Setelah melewati fase tersebut, Harry merasa lebih siap menjalani kariernya dengan pandangan baru. Ia kini memilih lebih menerima dirinya sendiri tanpa harus terus mengejar gambaran sempurna yang diberikan orang lain kepadanya.

