Iqbal AriaIqbal Aria kenang cinta lama di single baru Takkan Ada, diproduseri Petra Sihombing. (Foto: Iqbal Aria)

JAKARTA – Setelah memperkenalkan diri sebagai solois melalui single “Home”, Iqbal Aria kembali dengan karya terbarunya berjudul “Takkan Ada”. Dirilis di bawah naungan Better Days Production milik Afgan, lagu bernuansa pop 80-an dan soft R&B ini menghadirkan kisah cinta yang sulit dilepaskan meski kehidupan telah berjalan ke arah yang baru.

Single yang diproduseri Iqbal Aria bersama Petra Sihombing tersebut mengangkat cerita tentang seseorang yang belum mampu melupakan mantan kekasihnya. Kehadiran sosok baru ternyata belum sanggup menggantikan cinta yang pernah mengisi hatinya.

Melalui “Takkan Ada”, Iqbal Aria memilih menghadirkan pendekatan yang berbeda. Ia memadukan lirik yang emosional dengan aransemen musik yang ringan, ceria dan tetap mudah dinikmati.

“Aku suka dengan lagu-lagu zaman dulu yang mana modulasi di dalam bagan lagunya tidak dapat ditebak. Tapi, ketika didengarkan berkali-kali menjadi make sense. Nah, aku ingin ‘isi’ laguku seperti itu, kaya dan beragam. Aku pun bereksplorasi. Aku ingin lagu yang liriknya sedih dengan musik yang agak goofy, dancy, namun tetap light. Tentunya, masih sesuai dengan karakterku. Meski sedih, aku ingin lagunya tidak gloomy, desperate ataupun stressful, tapi fun. Akhirnya, jadilah demo ‘Takkan Ada’,” kata Iqbal Aria dalam siaran pers yang diterima Celebdaily.id, Minggu (2/8/2026).

Untuk menyempurnakan karakter musik tersebut, Iqbal menggandeng Petra Sihombing sebagai produser. Menurutnya, sentuhan musikal Petra mampu memperkuat nuansa lagu yang sejak awal ingin ia hadirkan.

“Dengan sentuhan Petra Sihombing, ‘Takkan Ada’ jadi lebih indah secara sound design dan rasa,” ujar pria kelahiran 12 Agustus 1995 itu.

Jadi Artis Pertama Label Milik Afgan

Musik telah menjadi bagian dari kehidupan Iqbal Aria sejak kecil. Penyanyi yang gemar bermain gitar itu banyak mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari jazz sebagai akar musikalitasnya, pop, hingga vintage rock dan metal.

Karier bermusiknya mulai berkembang pada 2015 sebelum dikenal sebagai vokalis dan gitaris band heavy rock MAUT pada 2019. Setelah itu, ia memulai perjalanan sebagai solois melalui single “Home”, yang menjadi langkah awal menuju babak baru dalam kariernya.

Perjalanan tersebut membawanya bertemu dengan Afgan pada 2024 dalam sebuah acara karaoke. Saat itu, Afgan tertarik pada karakter vokal Iqbal yang dinilai kuat, soulful, serta didukung kepribadian yang rendah hati dan selalu ingin belajar.

Kepercayaan tersebut membuat Iqbal Aria menjadi artis pertama yang bergabung dengan Better Days Production, label musik yang didirikan Afgan. Menurut Afgan, Iqbal memiliki potensi besar untuk berkembang di industri musik Indonesia karena mampu mengeksplorasi berbagai warna musik.

“Iqbal menunjukkan dirinya sebagai sosok yang versatile sebagai seorang artis, yang mana di single-nya yang ke-2 ini, Iqbal switch musiknya dari ‘Home’ yang akustik menjadi ‘Takkan Ada’ dalam balutan Indonesian retro pop. Di satu sisi, memang sudah saatnya bagi Iqbal untuk membuka diri ke genre musik yang baru agar ia bisa masuk ke dalam market yang lebih besar. I feel like he will slowly get his spot in the industry karena Iqbal sangat eager untuk belajar dan berkembang untuk keluar dari comfort zone-nya,” kata Afgan.

Afgan kembali menambahkan, “With the amount of talent yang dia punya dan diimbangi dengan attitude yang willing to learn, itu sudah menjadi sebuah resep yang bagus untuk seorang musisi agar bisa mempertahankan atau mendapat tempat yang layak di dunia musik Indonesia,” ucap Afgan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *