JAKARTA – Jason Newsted mengaku untuk pertama kalinya bahwa dirinya pernah berjuang melawan kanker tenggorokan. Kini, mantan bassist Metallica itu dinyatakan telah bebas dari penyakit tersebut.
Musisi berusia 63 tahun itu menjelaskan bahwa kanker yang dideritanya berhasil dideteksi sejak dini. Ia juga telah menjalani prosedur medis pada 8 Mei 2025 untuk mengatasinya.
Dalam wawancara di podcast Let There Be Talk, Jason menceritakan proses pengobatan yang ia jalani.
“Mereka mengangkat banyak bagian dari sini dan menggunakan laser. Kondisi di dalam kepala saya sekarang berbeda, tapi kami berhasil menanganinya sejak awal. Sekitar tiga minggu lalu saya dinyatakan benar-benar bersih. Saya berhasil mengalahkannya,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Selasa (5/5/2026).
BACA JUGA:
Zayn Malik Batalkan Tur AS Usai Sakit Misterius, Fokus Pemulihan
Jason dikenal sebagai bagian penting dari Metallica sejak 1986 hingga 2001. Ia terlibat dalam sejumlah album besar seperti And Justice for All, Metallica, Load, Reload, dan Garage Inc.
Ubah Gaya Hidup Usai Sakit
Setelah melalui masa sulit tersebut, Jason memilih untuk lebih menjaga kesehatannya dan memperlambat ritme hidup.
“Saya berjanji pada diri sendiri untuk beristirahat. Itu pertama kalinya saya benar-benar melakukannya,” katanya.
Ia juga mengaku harus meninggalkan kebiasaan lama seperti mengonsumsi alkohol. “Seperti ada yang menyadarkan saya bahwa itu tidak baik untuk saat ini. Sekarang saya merasa lebih jernih dibanding sebelumnya,” ucapnya.
Jason bahkan melihat pengalaman ini sebagai pelajaran hidup yang berharga. “Ada berkah di balik semuanya.”
BACA JUGA:
Jonas Brothers Bangga pada Ibunda Usai Alami Stroke, Sebut Denise Jonas Sosok Superhero
Sebelumnya, Jason juga pernah menyebut bahwa keputusannya keluar dari Metallica justru membantu band tersebut untuk terus berkembang. Meski begitu, keputusan tersebut sempat menimbulkan ketegangan dengan anggota lain seperti James Hetfield dan Lars Ulrich.
Kisah Jason Newsted ini menjadi pengingat bahwa deteksi dini sangat penting dalam penanganan penyakit serius. Selain itu, perubahan gaya hidup juga dapat memberikan peluang besar untuk proses pemulihan.

