BoyzoneKeith Duffy sebut Ronan Keating tolak tur besar Boyzone, ungkap ketegangan lama di grup. (Foto: Female First)

JAKARTA – Personel Boyzone, Keith Duffy, mengungkapkan bahwa grupnya sebenarnya sempat ditawari tur besar sebelum akhirnya ditolak oleh Ronan Keating. Keith juga membuka cerita soal ketegangan lama di dalam Boyzone dan mengaku selama bertahun-tahun dirinya tidak pernah memiliki kendali dalam keputusan grup.

Boyzone yang kini beranggotakan Ronan Keating, Keith Duffy, Mikey Graham, dan Shane Lynch akan kembali tampil bersama dalam dua konser di Emirates Stadium, London, pada 5 dan 6 Juni mendatang. Penampilan tersebut menjadi konser pertama mereka sejak tampil lima malam di London Palladium pada 2019.

Dalam wawancara bersama The Sun, Keith mengaku sebenarnya sangat ingin menjalani tur besar bersama Boyzone. Namun, keputusan itu tidak bisa berjalan karena semua anggota harus sepakat.

“Promotor dan agen lama kami menawarkan tur besar dengan 40 jadwal konser dan saya sangat siap untuk melakukannya. Tetapi itu bukan keputusan saya karena saya bukan orang yang memegang kendali,” kata Keith, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Jumat (22/5/2026).

Ia melanjutkan, “Semua orang harus setuju untuk menjalani tur seperti itu karena membutuhkan banyak waktu, usaha dan komitmen penuh. Saya benar-benar siap 100 persen untuk menjalani tur Boyzone.”

BACA JUGA:

Kylie Minogue Siapkan Tur 40 Tahun Karier Musik, Sekaligus Rilis Dokumenter Netflix

Menurut Keith, dirinya merasa tur besar merupakan langkah yang tepat untuk Boyzone. Namun, Ronan Keating memilih hanya tampil dalam beberapa konser stadion saja.

Keith mengatakan, “Saya pikir itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan, tetapi Ronan tidak ingin melakukannya. Ronan hanya ingin tampil di beberapa konser stadion lalu selesai.”

Meski begitu, Keith mengaku memahami situasi Ronan yang kini memiliki kesibukan besar dalam karier dan kehidupan pribadinya.

“Saya mengerti dia punya karier sendiri, kami sudah tidak selalu bersama. Dia punya banyak sekali kesibukan, menjadi juri The Voice Australia dan The Voice Germany, serta hidup berpindah antara Dubai dan Australia. Jadi mungkin ini memang bukan waktu yang tepat untuknya,” katanya.

Keith Duffy Akui Tak Pernah Punya Kendali di Boyzone

Di luar Boyzone, Keith Duffy kini aktif tampil bersama duo Boyzlife yang dibentuk bersama mantan personel Westlife, Brian McFadden. Keith mengaku lebih menikmati bekerja di Boyzlife karena dirinya memiliki kendali penuh terhadap arah grup tersebut.

“Saya ikut menjadi manajer brand ini dan kami menentukan sendiri apa yang ingin kami lakukan, ke mana kami pergi, berapa lama tur berlangsung, apa yang kami rekam, kami menulis lagu bersama dan rekaman bersama,” katanya.

Keith kemudian membandingkan situasinya dengan saat berada di Boyzone. “Di Boyzone, saya tidak pernah punya kendali apa pun. Saya tidak pernah punya kendali soal kami bubar, tetap bersama, istirahat, masuk studio, atau keputusan lainnya,” ujarnya.

Menurut Keith, kondisi tersebut sempat membuatnya kecewa dan frustrasi di akhir perjalanan grup. “Hal itu benar-benar membuat saya kesal dan frustrasi pada akhirnya. Karena itulah Boyzlife memberi saya kepuasan besar, sementara di Boyzone saya tetap tidak punya kendali,” ucapnya.

BACA JUGA:

Drake Pecahkan Rekor Spotify 2026, Ungkap Ayahnya Idap Kanker di Album Iceman

Keith juga mengaku, kini merasa lebih percaya diri tampil di atas panggung stadion berkat aktivitasnya bersama Boyzlife. “Saya sudah siap. Sudah lama sekali sejak terakhir kali tampil bersama Boyzone, saya rasa terakhir pada 2019,” ucapnya.

Ia melanjutkan, “Saya sangat bersemangat untuk kembali ke panggung bersama para personel lainnya. Ini akan sangat menyenangkan, tetapi saya bersyukur tetap sibuk bersama Boyzlife karena itu membuat saya lebih percaya diri untuk tampil di depan 60 ribu penonton atau berapa pun jumlahnya nanti.”

Keith Duffy Ungkap Pernah Diremehkan di Boyzone

Dalam wawancara tersebut, Keith juga mengungkap bahwa beberapa personel Boyzone dulu sering diremehkan dan diminta berada di belakang panggung saat anggota lain mengambil bagian vokal utama.

“Secara historis, Boyzone selalu dikenal sebagai suara milik Ronan Keating dan Stephen Gately,” katanya.

Keith menjelaskan bahwa vokal utama grup dulu memang lebih banyak dibawakan oleh Ronan dan mendiang Stephen Gately. “Semua vokal utama selalu dibagi antara dua orang itu dan ketika kami kehilangan Stephen, Ronan akhirnya mengambil lebih banyak bagian vokal,” katanya.

Keith merasa seharusnya ada anggota lain yang juga diberi kesempatan lebih besar untuk membantu Ronan. Namun menurutnya, hal itu tidak pernah didorong oleh pihak internal grup.

“Mungkin saat itu seharusnya ada orang lain yang membantu meringankan beban Ronan, tetapi kami tidak pernah didorong, tidak pernah didukung, dan tidak pernah diberi kesempatan maju ke depan,” ucapnya.

Ia bahkan mengaku beberapa anggota justru sering diremehkan. Keith mengatakan, “Kalau pun ada, kami justru sering direndahkan dan dihina.”

BACA JUGA:

Westlife Ingin Kisah Perjalanan Karier Mereka Dijadikan Film

Menurut Keith, perlakuan tersebut sempat menghancurkan rasa percaya dirinya saat tampil di depan ribuan penonton.

“Kepercayaan diri Anda akan hilang ketika terus-menerus direndahkan dan ditempatkan di belakang. Saat berdiri di atas panggung di depan 10 ribu, 20 ribu, atau 50 ribu orang, Anda tentu tidak ingin merasa minder,” ucapnya.

Kini, Keith merasa dirinya sudah jauh lebih percaya diri dan siap mengambil peran lebih besar di Boyzone.

“Sekarang waktunya bagi saya untuk maju, berdiri di tengah panggung, membantu mengurangi tekanan untuk Ronan dan melakukan apa yang sekarang saya percaya diri untuk melakukannya,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *