Natalie ImbrugliaNatalie Imbruglia akui sering tak bisa tidur, bingung membagi waktu jadi ibu tunggal dan berkarier. (Foto: Female First)

JAKARTA – Penyanyi sekaligus aktris Natalie Imbruglia mengaku kerap mengalami malam tanpa tidur karena kesulitan membagi waktu antara membesarkan putranya sebagai ibu tunggal dan menjalani karier di dunia hiburan. Penyanyi berusia 51 tahun itu mengatakan jadwal pekerjaannya sering membuatnya khawatir apakah sudah memberikan waktu yang cukup untuk sang anak.

Natalie membesarkan putranya, Max, yang lahir pada 2019 melalui program in vitro fertilisation (IVF) atau bayi tabung dengan donor sperma anonim. Hingga kini, ia terus berusaha menyeimbangkan perannya sebagai orangtua tunggal dengan kesibukan profesionalnya.

“Saya sangat khawatir tentang bagaimana membagi peran sebagai orangtua tunggal dan tetap bekerja. Mengatur jadwal membuat saya tidak bisa tidur di malam hari!” katanya dalam wawancara dengan Saturday Guardian, dikutip dari Female First, Minggu (19/7/2026).

Pelantun lagu Torn itu bahkan mengaku berharap bisa berada di dua tempat sekaligus agar tidak perlu memilih antara pekerjaan dan keluarga. “Saya berharap bisa mengkloning diri sendiri agar bisa bekerja dan berada bersama putra saya pada saat yang sama,” katanya.

Bintang film Johnny English itu menjalani program bayi tabung saat masih melajang. Natalie menegaskan bahwa keputusannya bukan karena memilih memiliki anak tanpa pasangan, melainkan karena merasa dikejar oleh jam biologis.

Natalie menjalani beberapa kali siklus IVF hingga akhirnya berhasil melahirkan Max. Ia juga memilih menjaga kehidupan putranya tetap jauh dari sorotan publik, karena seperti yang baru-baru ini ia ungkapkan kepada majalah Style dari The Sunday Times, Max adalah “pribadi yang sangat tertutup.”

Natalie Sebut Proses IVF Sangat Berat

Pengalaman yang ia sebut sebagai proses yang “cukup brutal” membuat pelantun Shiver itu mendorong perempuan lain untuk mencari informasi sebanyak mungkin sebelum menjalani IVF. Dalam prosedur tersebut, sel telur dibuahi oleh sperma di laboratorium sebelum embrio ditanamkan ke dalam rahim.

Dalam episode podcast How To Fail With Elizabeth Day yang tayang pada Juni lalu, Natalie mengatakan, “Prosesnya cukup brutal. Yang ingin saya katakan adalah sangat penting untuk mencari informasi sebanyak mungkin, mengajukan banyak pertanyaan dan agar sesama perempuan saling berbagi pengalaman.”

Ia melanjutkan, “Ada begitu banyak hal yang dulu tidak saya ketahui atau pahami tentang proses tersebut. Ada banyak trauma yang muncul selama proses itu, padahal sebenarnya ada banyak hal yang seharusnya bisa diberitahukan kepada saya sejak awal.”

Natalie juga mengungkapkan bahwa terapi hormon selama proses IVF menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, masa setelah menjalani prosedur justru menjadi bagian yang paling sulit untuk dihadapi.

“Bagian yang paling sulit justru masa di antara proses-proses itu. Rasanya seperti jatuh bebas dan tidak ada yang benar-benar mempersiapkan Anda untuk menghadapi perasaan tersebut,” katanya.

Natalie menambahkan, “Mereka tidak benar-benar membantu Anda melewati masa transisi. Rasanya hanya seperti diberi tahu, ‘Maaf, tidak berhasil,’ lalu semuanya selesai begitu saja.”

Ia melanjutkan, “Padahal setelah itu ada masa yang panjang ketika Anda harus berusaha bangkit kembali. Hal seperti itu jarang dibicarakan dan menurut saya secara mental kita tidak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapinya.”

Di akhir wawancara, Natalie kembali mengingatkan pentingnya dukungan dan informasi sebelum memutuskan menjalani program bayi tabung.

“Saya hanya ingin mengatakan, pastikan Anda benar-benar memiliki informasi yang cukup dan berbicaralah dengan perempuan-perempuan yang pernah mengalaminya, karena ada banyak hal yang mungkin tidak akan dijelaskan oleh dokter. Jangan menjalani proses itu sendirian,” katanya.

Natalie menambahkan, “Milikilah beberapa teman dekat yang bisa Anda hubungi dan menemani melewati semua proses tersebut, karena pengalaman itu bisa terasa sangat sepi, bukan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *