JAKARTA – Legenda musik Paul McCartney membandingkan popularitas global Taylor Swift dengan fenomena Beatlemania yang pernah dialami The Beatles pada era 1960-an. Menurut Paul, Taylor telah mencapai tingkat ketenaran dunia yang sangat mirip dengan histeria penggemar terhadap The Beatles pada masa kejayaan mereka.
Dalam penampilannya di acara BBC, Tracks Of My Years, Paul McCartney ditanya apakah dirinya memiliki nasihat khusus untuk Taylor Swift. Namun, musisi berusia 84 tahun itu merasa Taylor sebenarnya sudah sangat memahami dunia ketenaran dan tidak membutuhkan banyak saran.
Paul mengatakan, “Kamu memang bisa melihat kesamaannya, soal ketenaran dan besarnya popularitas dunia yang dimiliki Taylor Swift sekarang dan yang dulu kami miliki.”
Ia melanjutkan, “Tetapi sejujurnya saya rasa dia tidak membutuhkan nasihat apa pun.”
Meski begitu, Paul mengaku tetap akan dengan senang hati membantu jika Taylor meminta saran kepadanya. “Kalau dia meminta nasihat, tentu saya akan memberikannya. Saya seperti kakak bagi generasi itu atau mungkin lebih tepatnya seperti kakek,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Selasa (26/5/2026).
Paul McCartney Puji Taylor Swift hingga Sabrina Carpenter
Dalam wawancara tersebut, Paul McCartney juga menceritakan momen ketika dirinya bertemu Taylor Swift di sebuah pesta yang diadakan istrinya, Nancy Shevell dan putrinya, desainer Stella McCartney. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah penyanyi muda populer seperti Billie Eilish, Olivia Rodrigo dan Sabrina Carpenter.
Paul mengaku sangat kagum dengan para musisi muda tersebut. Ia mengatakan, “Saya memang bertemu dengannya. Kami mengadakan pesta dan istri saya serta putri saya Stella sangat pandai mengundang orang-orang keren ke pesta, jadi saya akhirnya berbincang dengan mereka semua.”
Paul melanjutkan, “Ada Taylor, Billie Eilish, Olivia Rodrigo, dan Sabrina Carpenter. Mereka semua benar-benar keren dan sangat berbakat.”
Ia juga mengaku menyukai kualitas vokal para penyanyi muda tersebut. “Saya suka suara mereka,” kata Paul.
Meski siap membantu jika diminta, Paul kembali menegaskan bahwa menurutnya, para penyanyi muda itu sebenarnya tidak membutuhkan banyak arahan darinya.
Ia mengatakan, “Kalau mereka membutuhkan nasihat, tentu saya akan senang memberikannya. Tetapi saya rasa mereka sebenarnya tidak membutuhkannya.”
Paul McCartney Bicara soal Cara Menghadapi Ketenaran
Komentar Paul McCartney tentang Taylor Swift muncul setelah dirinya membahas bagaimana cara menghadapi ketenaran selama puluhan tahun berada di dunia hiburan. Dalam wawancara di podcast The Rest Is Entertainment, Paul mengaku dirinya dulu justru sangat menikmati perhatian publik saat pertama kali terkenal bersama The Beatles.
Ia mengatakan, “Saat pertama kali terkenal, kamu menyukainya karena memang itu yang ingin kamu capai.”
Paul menjelaskan bahwa dirinya dan personel The Beatles dulu senang ketika dikenali orang di jalan. “Ketika semuanya berjalan baik dan orang-orang mengenali kamu di jalan, kami justru menyukainya,” katanya.
Menurut Paul, pada masa itu mereka tidak merasa terganggu dengan perhatian penggemar seperti yang sering dirasakan banyak selebritas modern sekarang. Ia mengatakan, “Tidak ada perasaan seperti ‘orang-orang mengganggu saya’. Itu lebih seperti masalah di era modern sekarang. Kami justru menikmatinya.”
Namun meski sudah terbiasa terkenal, Paul tetap memiliki batasan tertentu dengan penggemar, termasuk soal permintaan foto selfie.
Paul McCartney Tak Mau Merasa seperti “Monyet Pertunjukan”
Paul McCartney mengaku dirinya jarang berfoto selfie dengan penggemar karena tidak ingin kehilangan jati dirinya sendiri.
“Saya bilang, saya tidak suka melakukannya karena ada sesuatu yang penting bagi saya bisa hilang,” katanya.
Menurut Paul, dirinya tidak ingin merasa lebih tinggi dari orang lain hanya karena statusnya sebagai musisi legendaris. “Saat saya mulai merasa lebih tinggi dari diri saya sendiri, saya tidak akan menyukai diri saya lagi,” katanya.
Paul kemudian menceritakan analogi unik tentang alasan dirinya menolak terlalu sering berfoto dengan penggemar. Ia mengatakan, “Di Saint-Tropez, di pesisir selatan Prancis, ada seorang pria di tepi pantai yang memiliki monyet dan orang-orang membayar untuk berfoto dengan monyet itu.”
Paul mengaku tidak ingin merasa seperti monyet tersebut saat diminta terus-menerus berfoto. “Saya benar-benar tidak ingin merasa seperti monyet itu. Ketika saya berfoto dengan seseorang, saya merasa seperti dirinya. Saya bukan lagi menjadi diri saya sendiri — saya tiba-tiba menjadi sesuatu yang lain,” katanya.

