TidurTidur lebih awal baik untuk kesehatan jantung. (Foto: Magnific)

JAKARTA – Memiliki jantung yang tetap sehat di usia 50 tahun bukan hanya ditentukan oleh faktor usia, tetapi juga kebiasaan sehari-hari. Dokter spesialis jantung di India, Dr. Sanjay Bhojraj membagikan tantangan sederhana selama 30 hari yang diyakini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Melalui unggahan di Instagram, Dr. Bhojraj mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Agustus untuk mulai membangun gaya hidup yang lebih sehat. Menurutnya, perubahan besar tidak selalu harus diawali dengan diet ketat atau olahraga berat, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dr. Bhojraj mengatakan bahwa usia bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi jantung seseorang. Ia mengaku pernah menemui orang berusia 60 tahun yang memiliki jantung lebih sehat dibandingkan mereka yang masih berusia 40-an karena mulai memperhatikan faktor-faktor yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

“Tanggal 1 Agustus adalah hari yang tepat untuk memutuskan apakah Anda akan menghabiskan satu bulan ke depan hanya menjadi lebih tua atau menjadi lebih sehat,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan besar memang tidak mungkin terjadi hanya dalam waktu satu bulan. Namun, tubuh dapat merespons cukup cepat ketika seseorang mulai menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten.

“Tidak, jantung Anda tidak akan menjadi 25 tahun lebih muda hanya dalam 30 hari. Tetapi Anda akan terkejut melihat seberapa cepat tekanan darah bisa membaik, kualitas tidur meningkat, energi bertambah dan tubuh terasa jauh berbeda ketika Anda berhenti menunggu ‘suatu hari nanti’.”

Menurutnya, daripada mengejar kesempurnaan, seseorang sebaiknya fokus pada konsistensi dengan memilih satu kebiasaan sehat dan menjalankannya setiap hari selama bulan Agustus.

Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Dalam tantangan tersebut, Dr. Bhojraj mengajak masyarakat memilih satu dari tiga kebiasaan berikut dan melakukannya tanpa terlewat selama 30 hari.

Kebiasaan pertama adalah berjalan kaki selama 10 menit setiap malam setelah makan malam. Menurutnya, aktivitas sederhana ini dapat membantu mengontrol kadar gula darah, memperlancar pencernaan, sekaligus menambah aktivitas fisik harian.

Pilihan kedua adalah melakukan latihan kekuatan (strength training) minimal 30 menit sebanyak dua kali dalam seminggu. Membangun massa otot dinilai mampu meningkatkan kesehatan metabolisme, mendukung proses penuaan yang lebih sehat, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan jantung.

Pilihan ketiga adalah meletakkan ponsel dan tidur 30 menit lebih awal setiap malam. Tidur yang berkualitas dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, penurunan tingkat stres, serta pemulihan tubuh yang lebih optimal.

Dr. Bhojraj menegaskan bahwa kebiasaan apa pun yang dipilih tidak menjadi persoalan. Paling penting adalah memulai dan menjadikannya rutinitas.

“Sebenarnya tidak terlalu penting Anda memulai dari mana. Jauh lebih penting adalah Anda benar-benar mulai,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kesehatan jantung tidak selalu berasal dari diet ekstrem atau tantangan kebugaran jangka pendek. Menurutnya, perubahan gaya hidup sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sekaligus meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Demikian dikutip dari Hidustan Times, Sabtu (1/8/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *