Nicole KidmanNicole Kidman ungkap duka mendalam usai kepergian sang ibu, terjadi tepat saat raih penghargaan. (Foto: Female First)

JAKARTA – Nicole Kidman mengungkapkan kesedihan yang mendalam setelah ibunya meninggal dunia. Momen tersebut terjadi tepat saat ia meraih penghargaan aktris terbaik di Festival Film Venesia 2024.

Aktris berusia 58 tahun itu menceritakan pengalaman emosional tersebut dalam acara HISTORYTalks 2026. Ia mengenang malam ketika hidupnya berubah secara drastis dalam hitungan detik.

Nicole Kidman mengungkapkan bahwa sesaat sebelum naik ke panggung menerima penghargaan untuk film Babygirl, ia mendapat kabar bahwa ibunya, Janelle Kidman, meninggal dunia di usia 84 tahun. Ia kemudian kembali ke kamar hotelnya di Venesia dalam kondisi terpukul.

“Aku memenangkan aktris terbaik di Festival Film Venesia. Ini seperti pola yang sering terjadi dalam hidupku. Aku akan naik ke panggung dan aku mendapat kabar bahwa ibuku meninggal. Aku langsung kembali ke kamar di Venesia, berbaring di tempat tidur, dan benar-benar hancur,” katanya, seperti dikutip Celebdaily.id dari Female First, Senin (20/4/2026).

BACA JUGA:

Cincin Tunangan Putri Diana yang Ikonik Ternyata Pernah Langgar Tradisi Kerajaan

Nicole menyebut ibunya sebagai sosok yang sangat penting dalam hidupnya. Ia juga mengaku bahwa menerima kabar tersebut di tengah acara penghargaan terasa sangat menyakitkan.

“Ibuku adalah bagian besar dari keberadaanku dan mengetahui kabar itu di momen seperti itu, terasa sangat menyayat hati,” ucapnya.

Ia bahkan sempat mencoba meninggalkan Venesia, namun akhirnya tidak sanggup.

“Aku ingat naik perahu di kanal pada malam hari, mencoba menuju bandara, lalu berbalik dan berkata, ‘Aku bahkan tidak bisa melakukan ini’. Aku kembali ke tempat tidur, sendirian. Suamiku tidak ada, anak-anakku tidak ada. Aku datang untuk menerima penghargaan. Apa yang seharusnya menjadi momen indah justru berakhir seperti itu. Tapi begitulah kontras dalam hidup,” katanya.

Belajar Tentang Ketahanan dan Makna Kehidupan

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman baru bagi Nicole tentang ketahanan diri. Ia kini merasa mampu menghadapi berbagai hal berat dalam hidup.

“Sekarang aku merasa bisa bertahan menghadapi hampir apa pun,” katanya.

Dalam kesempatan lain, Nicole juga menceritakan hari-hari terakhir sang ibu dan keinginannya untuk membantu orang lain yang mengalami situasi serupa.

“Saat ibuku menjelang akhir hayat, ia merasa kesepian. Keluarga hanya bisa melakukan sebatas kemampuan kami. Aku dan saudara perempuanku punya banyak anak, karier dan pekerjaan, dan kami ingin merawatnya karena ayah kami sudah tidak ada. Saat itu aku berpikir, ‘Seandainya ada orang-orang di dunia ini yang bisa hadir secara netral untuk memberi kenyamanan dan perawatan’,” katanya.

BACA JUGA:

Raja Charles III Siapkan Pidato Nasional untuk Peringatan 100 Tahun Kelahiran Ratu Elizabeth II

Nicole juga menekankan betapa besar pengaruh ibunya terhadap kehidupan dan kariernya. “Ibuku menciptakan jalannya sendiri dan ingin anak-anak perempuannya memiliki kesempatan yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, “Ibuku mungkin tidak mendapatkan karier yang ia inginkan, tetapi ia sangat bertekad agar anak-anaknya memiliki kesempatan yang setara. Itulah yang memberiku kehidupan ini. Ia dan ayahku yang memberikannya,” katanya.

Kisah ini menjadi refleksi bahwa kebahagiaan dan kesedihan bisa hadir secara bersamaan. Hal ini juga menunjukkan kekuatan seseorang dalam menghadapi kehilangan besar dalam hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *